KATA PENGANTAR :
Salam sejahtera..... Puji syukur kehadirat Allah Swt atas rahmat serta petunjuknya, Sehingga Saya dapat mengisi pada halaman blogger ini untuk dijadikan sebagai sarana ajang ide-ide kreatif, Ilmu pengetahuan, Puisi, Periklanan,.. dan lain sebagainya... Kawan mari kita manfaatkan tekhnologi yang semakin berkembang pesat ini kearah yang positif agar selalu di Ridhoi Allah swt 'amien' Tujuan utama blog ini adalah semoga isi dari pada blog bermanfaat bagi semua kalangan,... dan Saya selaku pengelola mengajak kawan-kawan blogger, pengunjung serta pembaca untuk meramaikan berbagai kunjungan dan tinggalkan Komentar anda pada kontak blog Saya,.... Demi mengembangkan kekreatifan maupun keaktifan Saya untuk mengelola lebih Maksimal pada blogger ini.. Demikian kata sambutan dari saya, Saya ucapkan terimakasih atas waktu dan perhatiannya kurang lebihnya mohon ma'af yang sebesar besarnya jika ada Saran/Kritik silakan hubungi Contak yang kami sediakan...............
DINAMIKA LITOSFER
Lapisan kulit bumi sering disebut litosfer. Berasal dari kata litos artinya batu, sfeeratau sphaira artinya bulatan. Jadi litosfer adalah lapisan kerak bumi atau kulit bumi yang terdiri dari batu2an yang keras dan tanah, sedangkan tanah itu sendiri berasal dari batuan yang melapuk. Batu2an pembentuk lapisan kerak bumi ini banyak mengandung mineral2 yang berbentuk Kristal dan hablur. Selain itu ada juga beberapa jenis logam.
Tebal kulit bumi tidak merata. Kulit bumi di bagian benua/daratan lebih tebal daripada di bawah samudera. Bumi tersusun atas beberapa lapisan :
- Barisfer, yaitu lapisan inti bumi merupakan bahan padat yang tersusun ataslapisan nife (niccolum = nikel dan ferrum = besi). Jari2nya ± 3.470 km dan batas luarnya ± 2.900 km di bawah permukaan bumi.
- Asthenosfer (Mantle), adalah lapisan pengantara yaitu lapisan yang terdapat di atas barisfer setebal ± 1.700 km. berat jenisnya rata2 5 gr/cm3, merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar.
- Litosfer, yaitu lapisan yang terletak di atas asthenosfer, dengan ketebalan ± 1.200 km. berat jenisnya rata2 2,8 gr/cm3. Litosfer terdiri atas 2 bagian :
- Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan beku granit pada bagian atasnya dan batuan beku basalt pada bagian bawahnya. Kerak ini yang menempati sebagai benua.
- Kerak samudera, merupakan benda padat yang terdiri atas endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya terdapat batu2an vulkanik dan lapisan yang paling bawah tersusun atas batuan beku gabro dan peridotit. Kerak ini menempati sebagai samudera.
Batuan kulit bumi dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :
1) Batuan Beku.
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang mendingin menjadi padat. Berdasarkan tempat pendinginannya ada 3 macam batuan beku, yaitu :
a) Batuan Beku Dalam.
Batuan ini disebut juga batuan beku plutonis (batuan beku abyssis), terjadinya jauh di bawah permukaan bumi, berasal dari magma yang mendingin. Pendinginan sangat lambat, sehingga berlangsungnya proses kristalisasi sangat leluasa. Oleh karena itu, batuan beku dalam terdiri atas kristal2 penuh, mempunyai struktur (susunan) holokristalin atau granitis. Contohnya : batu garanit, diorite, gabro dan seynit.
b) Batuan Korok.
Batuan ini terbentuk di dalam korok2 atau gang2 di dalam kulit bumi. Karena tempatnya dekat permukaan, pendinginannya lebih cepat. Itulah sebabnya batuan ini terdiri dari Kristal besar, Kristal kecil, dan bahkan ada yang tidak mengkristal, yaitu bahan amorf. Contohnya : granit porfir dan diorite porfirit.
c) Batuan Leleran/Beku Luar.
Batuan ini terbentuknya di luar kulit bumi, sehingga turunnya temperatur cepat sekali. Zat2 dari magma hanya dapat membentuk kristal2 kecil, dan sebagian ada yang sama sekali tidak dapat mengkristal. Contohnya : liparit dan batu apung.
2) Batuan Sedimen atau Batuan Endapan.
Bila batuan beku lapuk, bagian2nya yang lepas mudah diangkut oleh air, angin, atau es dan diendapkan di tempat lain. Batuan yang mengendap ini disebut batuan sedimen. Batuan ini mula2 lunak, tetapi lama-kelamaan menjadi keras karena proses pembatuan.
Dilihat dari perantaranya batuan sedimen dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :
a. Batuan Sedimen Aeris atau Aeolis.
Pengangkut batuan ini adalah angin, contohnya : tanah los, tanah turf, dan tanah pasir di gurun.
b. Batuan Sedimen Glasial.
Pengangkutan batuan ini adalah es. Contohnya : moraine (moraine).
c. Batuan Sedimen Aquatis.
Pegangkutan batuan ini adalah air. Contohnya :
- Breksi (Brecci) adalah batuan sedimen yang terdiri dari batu2an yang bersudut tajam yang sudah melekat satu sama lain.
- Konglomerat adalah batuan sedimen yang terdiri dari batu2an yang bulat2 yang sudah melekat satu dengan yang lainnya.
- Batu Pasir adalah batuan sedimen yang berbutir-butir dan melekat satu sama lain.
- Batuan Sedimen Lakustre.
2. Batuan Sedimen Kontinental.
Adalah batuan batuan sedimen yang diendapkan di daratan. Contohnya : tanah los, tanah gurun pasir.
3. Batuan Sedimen Marine.
Adalah batuan sedimen yang diendapkan di laut. Contohnya : lumpur biru di pantai, endapan radiolarian di laut dalam dan lumpur merah.
3) Batuan Metamorf (Batuan Malihan).
Batuan ini merupakan batuan yang telah mengalami perubahan yang dahsyat secara kimiawi. Asalnya dapat dari batuan beku atau batuan sedimen.
Batuan metamorf dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
a. Batuan Metamorf Kontak
Batuan ini terjadi akibat suhu yang sangat tinggi. Biasanya terletak dekat dengan dapur magma. Contohnya : marmer, dan batu bara.
b. Batuan Metamorf Dynamo.
Batuan ini terjadi karena tekanan yang tinggi dan dalam waktu yang lama, disebut juga metamorf kinetis. Contohnya: batu asbak, antrasit, schist dan shale.
c. Batuan Metamorf Pneumatolitis Kontak.
Terjadi karena pengaruh suhu yang tinggi dan mendapat tambahan gas lain pada waktu terbentuknya batuan tersebut. Contohnya, batu permata dan topas.
Unsur2 yang Terdapat dalam kerak Dan Kulit Bumi :
NAMA UNSUR
|
BANYAKNYA (%)
|
| OksigenSilikonAluminium Ferrum (besi) Kalsium Natrium Kalium Magnesium |
46,60
27,72
8,13
5,00
3,63
2,83
2,59
2,09
|
| JUMLAH |
98,59
|
- Mengenal mineral secara fisik.
- Warna
- Kilap
- Tembusnya cahaya
- Bentuk Kristal
- Bentuk belahan
- Kekerasan
- Berat jenis
- Reaksi terhadap zat yang asam
- Kemagnetan
Secara kimia ini mempergunakan pedoman pada unsur2 yang terkandung pada batuan, seperti :
- Mineral murni
- Logam yaitu emas, perak, besi
- Bukan logam yaitu belerang, intan, grafit
- Setengah logam yaitu bismuth.
- Senyawa dengan sulfida
- Senyawa dengan oksida
- Senyawa dengan halida
- Senyawa dengan karbonat
- Senyawa dengan fosfat
- Senyawa dengan silikat
Sebagai tempat tumbuhnya tanaman, perananan tanah yaitu sebagai tempat tegaknya tanaman, tempat menyediakan unsur2 makanan, air, dan tempat menyediakan udara bagi pernapasan akar. Kehidupan tanaman sangat ditentukan oleh sifat2 tanah, yang merupakan lingkungan hidup sistem perakarannya.
Hal2 yang berhubungan dengan tanah sebagai berikut :
LAPISAN TANAH
Dalam garis besarnya lapisan tanah itu dapat dibagi menjadi empat, yaitu :
- Lapisan Tanah Atas.
2. Lapisan Tanah Bawah.
Lapisan tanah kedua ini tebalnya antara 50 cm – 60 cm, lebih tebal daripada lapisan atas, warnanya kemerah-merahan. Lebih terang atau lebih muda, dan lebih padat. Lapisan tanah ini sering disebut dengan tanah cadas atau tanah keras. Di sini kegiatan jasad hidup berkurang. Tanaman berumur panjang, yang mempunyai akar tunggang yang dalam dapat mencapai lapisan tanah ini.
3. Lapisan Bahan Induk Tanah.
Lapisan tanah ketiga ini warnanya kemerah-merahan atau kelabu, keputih-putihan. Lapisan ini dapat pecah dan diubah dengan mudah, tetapi sukar ditembus oleh akar. Di lereng2 gunung lapisan ini sering kelihatan dengan jelas, dimana lapisan di atasnya telah hanyut oleh hujan.
4. Lapisan Batuan Induk.
Lapisan yang keempat ini disebut batuan induk. Masih merupakan batuan pejal, belum mengalami proses pemecahan. Inilah merupakan bahan induk tanah yang mengalami perubahan beberapa proses dan memakan waktu yang lama. Di pegunungan2 sering kelihatan, tetapi tumbuh2an tak dapat hidup.
TERJADINYA TANAH
Tanah terjadi dari batuan induk, kemudian berubah menjadi bahan induk tanah, dan berangsur-angsur menjadi lapisan tanah bawah, yang akhirnya membentuk tanah atas dalam waktu yang lama sekali. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya tanah, yaitu :
- Sinar matahari
- Air
- Udara
- Tumbuh-tumbuhan
- Makhluk hidup
- Jasad hidup dalam tanah.
1) Stadium Embrional : tanah yang masih berupa batuan segar.
2) Stadium Yuvernil : tanah muda remaja yang belum begitu produktif.
3) Stadium Veriil : tanah dewasa yang produktif
4) Stadium Seriil : tanah sudah tua dan kurang produktif.
Macam-macam jenis tanah, yaitu :
- Tanah Vulkanis, yaitu tanah yang berasal dari bahan2 yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi. Tanah ini terdapat banyak di sekitar gunung berapi.
- Tanah Kapur, yaitu tanah yang tembus air, tanah ini kurang subur, dan banyak terdapat di pegunungan kapur.
- Tanah Laterit, yaitu tanah vulkanis yang telah kena proses pelarutan karena hujan yang banyak serta suhu yang tinggi, sehingga warnanya dari kelabu berubah menjadi kemerah-merahan.
- Tanah Padzol, yaitu tanah vulkanis yang terkena hujan banyak, tetapi dengan suhu yang rendah, dan banyak terdapat di daerah pegunungan. Warnaya kekuning-kuningan.
- Tanah Margalit, yaitu tanah yang terjadi dari batuan yang banyak mengandung kapur dengan pengaruh hujan yang tidak merata sepanjang tahun, sehingga warnanya berubah menjadi hitam.
- Tanah Terrarosa, yaitu tanah yang terbentuk karena hasil pelarutan batuan kapur, tanah ini banyak ditemukan di dasar2 lembah dan dolina2 pegunungan kapur.
- Tanah Liat, yaitu jenis tanah yang memiliki butiran2 yang halus, dan bentuknya berupa lempeng sifat dari tanah ini, bila kena air sangat lekat dan jika kering menjadi keras dan pecah2.
- Tanah Napal, yaitu tanah liat yang tercampur dengan batu kapur.
- Tanah Kaolin, yaitu jenis tanah liat yang baik untuk membuat barang2 keramik.
- Tanah Rawang (organosol), yaitu tanah yang terbentuk dari sisa tumbuh2an dan terdapat di daerah yang berpaya-paya dan selalu tergenang air.
- Tanah Padas, yaitu tanah yang padat, akibat mineral2 yang dikeluarkan oleh air dari lapisan bagian atas tanah.
- Tanah Aluvival, yaitu tanah yang berasal dari endapan lumpur yang dibawa melalui sungai2. Tanah ini bersifat subur sehingga baik untuk pertanian.
- Tanah Pasir, yaitu tanah yang berasal dari batu pasir yang telah melapuk. Tanah ini sangat miskin dan kadar air di dalamnya sangat sedikit. Tanah pasir yang terdapat di pantai2 pasir disebut sand dune. Contohnya pantai parangtirtis, Yogyakarta.
- Tanah Humus (Bunga Tanah), yaitu tanah yang terjadi dari tumbuh2an yang telah membusuk. Tanah yang mengandung humus bersifat sangat subur dan umumnya berwarna hitam.
- Tanah Lempung (debu), Yaitu tanah yang tidak mudah merembaskan air. Tanah lempung lebih berat daripada tanah pasir, tetapi lebih ringan daripada tanah liat. Butir2nya lebih halus daripada tanah pasir, tetapai lebih longgar daripada tanah liat.
SIFAT-SIFAT TANAH
Memperhatikan dari sifat2 tanah sangat penting sekali, terutama bila tanah itu akan digunakan sebagai areal tumbuhnya tumbuh2an. Sifat2 yang penting dari tanah terdiri atas unsur :
- Warna Tanah
2. Tekstur Tanah.
Yang dimaksud dengan tekstur tanah yaitu besar kecilnya butiran2 tanah, dimana tekstur ini dapat kita bedakan jadi 3 kelas yaitu tanah pasir, lempung dan tanah liat. Tekstur tanah yang baik adalah tanah lempung dengan perbandingan antara pasir, debu dan tanah liat harus sama, sehingga tanah tidak terlalu lepas dan tidak terlalu lekat.
3. Struktur Tanah.
Yang dimaksud dengan struktur tanah yaitu susunan dari butiran2 tanah, dimana struktur ini dapat kita bedakan menjadi 3 macam yaitu struktur lepas butir, struktur remah, dan struktur gumpal. Tanah dikatakan memiliki struktur lepas butir, bila butir2 tanah letaknya berderai atau terlepas satu sama lainnya, sedangkan tanah berstruktur remah bila butir2 tanah berkumpul membentuk semacam kerak roti. Dan struktur remah merupakan struktru tanah yang paling baik untuk dijadikan sebagai tanah pertanian. Tanah yang berstruktur gumpal ditandai dengan butir2 tanah melekat sangat rapat satu sama lain.
4. Derajat Keasaman ( pH ) Tanah.
Bila dilihat dari derajat keasamannya, tanah ada yang bersifat asam, dan ada yang alkalis/basa serta ada yang bersifat netral. Keasaman ini bisa terjadi karena tanah selalu tergenang air. Dan umumnya akar tanaman akan rusak bila tanah terlalu asam maupun terlalu basa. Umumnya tanaman memerlukan pH tanah yang netral.
Dipermukaan bumi, lahan atau tanah mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :
- Tekstur tanah
- Permeabilitas tanah
- Ketebalan atau solum tanah
- Kemiringan lereng
- Tingkat erosi
- Penyaluran air.
- Kuning,berasal dari mineral limonit (2Fe2O33H3O).
- Cokelat, berasal dari bahan 2 organis asam yang lapuk sebagian.
- Putih, berasal dari mineral2 silika-kuarsa (SiO2), kapur (CaCO3), kaolin, bauksit, aluminium dan silikat, gypsum (CaCO42H2O), nitrat, garam2 yang sudah larut serta koloida2 organis tertentu.
- Hitam, berasal dari bahan2 organis yang telah terurai dengan hebat, dan biasanya ada hubungannya dengan unsur2 karbon (C), magnesium (Mg), serta beleran (S).
- Merah, berasal dari mineral hematite (Fe2O3) atau turgit (2Fe2O3H2O).
- Hijau, berasal dari oksida ferrous.
- Biru, berasal dari mineral lilianit.
- Terassering, yaitu menanam tanaman dengan sistem berteras-teras untuk mencegah erosi tanah
- Contour Farming, yaitu menanami lahan menurut garis kontur, sehingga perakaran dapat menahan tanah.
- Pemupukan
- Pembuatan Tanggul Pasangan untuk menahan hasil erosi.
- Contour Plowing, yaitu membajak searah garis kontur sehingga terjadilah alur2 horisontal.
- Contour Strip Cropping, yaitu bercocok tanam dengan cara membagi bidang2 tanah itu dalam bentuk sempit dan memanjang dengan mengikuti garis kontur sehingga bentuknya berbelok-belok.
- Crop Rotation, yaitu usaha pergantian jenis tanaman supaya tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara akibat diisap terus oleh salah satu jenis tanaman.
- Reboisasi, yaitu menanami kembali hutan2 yang gundul.
- Drainase, yaitu pengaturan sirkulasi air untuk kesuburan tanah.
MACAM-MACAM BENTUK MUKA BUMI
Sebagai akibat dari tenaga eksogen dan endogen, maka terbentuklah perbedaan ketinggian permukaan bumi, yang dikenal dengan sebutan relief. Relier permukaan bumi terdiri atas dua macam, yaitu :
a. Relief daratan, terdiri atas :
- Gunung, yaitu daerah yang lebih tinggi dari daerah sekitarnya, dan ditandai dengan adanya puncak, lereng, dan kaki gunung.
- Lembah, yaitu daerah ledokan/lebih rendah dari tempat sekitarnya dan berda di bawah kaki gunung.
- Pegunungan, yaitu rangkaian beberapa gunung, bentuknya memanjang. Contohnya pegunungan bukit barisan di pulau sumatera.
- Bukit, yaitu sejenis pegunungan yang tingginya antara 200 sampai 300 meter. Bukit yang berkelompok disebut perbukitan.
- Pematang, yaitu suatu perbukitan atau pegunungan yang puncaknya berderet apabila didaki dari puncak yang satu ke puncakyang lain tidak perlu sampai ke kakinya.
- Cekungan, yaitu bentuk muka bumi yang cekung yang umumnya dikelilingi oleh gunung atau pegnungan .
- Lereng, yaitu suatu medan atau daerah permukaan tanah yang letaknya miring, tidak horizontal dan tidak vertikal.
- Plato atau Plateau, bentuk permukaan bumi ini merupakan dataran tinggi dengan bagian atas relative rata dan telah mengalami erosi. Misalnya, Plato Dieng di Jawa Tengah, dan Plato Madi di Kalimantan.
- Dataran Rendah, yaitu daerah datar yang berada pada ketinggian kurang dari 200 m dari permukaan laut.
- Dataran Tinggi, yaitu daerah datar yang berada pada ketinggian lebih dari 200 m dan berciri sejuk.
- Depresi, adalah bagian permukaan bumi yang mengalami penurunan. Bentuk depresi yang memanjang disebut slenk, sedangkan yang membulat disebutbasin. Misalnya, Depresi Jawa Tengah dan Lembah Semangka.
- Ngarai (Canyon), yaitu lembah yang dalam dan sempit dengan lereng yang curam, misalnya ngarai sianok di Sumatera Barat.
- Pantai, adalah bagian dari darat yang terdekat dengan laut. Garis pantai adalah garis batas antara laut dan darat. Tepi pasir atau pesisir adalah bagian dari darat yang tergenang air ketika pasang naik dan kering ketika surut. Daratan yang terletak di tepi laut disebut pantai. Di daerah pantai dikenal berbagai bentuk muka bumi sebagai berikut :
2) Tanjung atau ujung, yaitu daratan yang menjorok ke laut. Ujung yang sangat panjang dinamakan jazirah atau semenanjung.
3) Delta, tanah endapan di muara sungai.
4) Gosong, pulau yang tergenang ketika laut pasang dan muncul ke permukaan ketika air laut surut disebut gosong (gosong pasir).
b. Relief Dasar Laut, terdiri atas :
- Palung Laut (trog), yaitu ledokan atau celah yang sangat dalam, berada di dasar laut. Contoh : PalungMindano di Filipina.
- Lubuk Laut (basin atau bekken), merupakan celah yang sangat dalam di dasar laut dan bentuknya agak bulat. Terjadi karena tenaga tektonik, sehingga dasar laut turun. Contoh : lubuk laut sulu di Sulawesi.
- Punggung Laut, merupakan bukit yang terdapat di dasar laut dan sebagian yang ada di atas permukaan air laut merupakan pulau. Contoh : punggung laut siboga, Snellius, obi, dammar, nila, dan seram.
- Ambang Laut (drempel), yaitu dasar laut yang mencuat memisahkan satu perairan dengan perairan lain, contoh : ambang laut Sulawesi.
- Gunung Laut, yaitu gunung yang muncul dari dasar laut, contoh : gunung Krakatau.
- Shelf (laut dangkal/paparan), yaitu laut dangkal yang kedalamannya kurang dari 200 m. contohnya : paparan sahul, paparan sunda.
- Laut Dalam, yaitu laut yang kedalamannya lebih dari 200 m, misalnya laut banda.
- Pulau Koral/Pulau Karang (Terumbu), adalah dasar laut yang sebagian atau semuanya terdiri atas karang.
A. Tenaga Endogen
merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga ini dapat memberi bentuk relief di permukaan bumi. Tenaga endogen ada yang mempunyai sifat membangun dan ada yang mempunyai sifat merusak. Tetapi secara umum tenaga endogen bersifat membangun. Tenaga endogen merupakan kekuatan yang mendorong terjadinya pergerakan kerak bumi. Pergerakan ini disebut diastropisme. Adanya tenaga endogen menyebabkan terjadinya pergeseran kerak bumi. Pergeseran kerak bumi akan menjadikan permukaan bumi berbentuk cembung, seperti pegunungan atau gunung berapi, serta berbentuk cekung, seperti laut dan danau. Adapun yang termasuk tenaga endogen meliputi :
1. Vulkanisme
Yang dimaksud dengan vulaknisme adalah peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. Magma adalah campuran batu2an dalam keadaan cair, liat serta sangat panas. Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya. Magma ini dapat berbentuk gas, padat dan cair.
Intrusi magma, adalah aktivitas magma di dalam lapisan litosfera, memotong atau menyisip litosfer dan tidak mencapai permukaan bumi. Intrusi magma disebut jugaplutonisme. Ekstrusi magma adalah kegiatan magma yang mencapai permuakaan bumi. Ekstrusi magma merupakan kelanjutan dari intrusi magma.
Dilihat dari bentuk dan terjadinya, ada 3 macam gunung api, yaitu :
a) Gunung Api Maar.
Bentuknya seperti danau kecil (danau kawah). Terjadi karena letusan eksplosif. Bahannya terdiri dari efflata. Contohnya gunung lamongan di Jawa Timur.
b) Gunung Api Kerucut (Strato).
Bentuknya seperti kerucut, terjadi karena letusan dan lelehan effusif, secara bergantian. Bahannya berlapis-lapis, sehingga disebut lava gunung api strato. Jenis ini yang terbanyak terdapat di Indonesia.
c) Gunung Api Perisai (Tameng).
Bentuknya seperti perisai, terjadi karena lelehan maupun cairan yang keluar dan membentuk lereng yang sangat landai. Bahan lavanya bersifat cair sekali. Sudut kemiringan lereng antara 1o – 10o. contohnya Gunung Maona Loa dan Kilanca di Hawaii.
Kuat atau lemahnya ledakan gunung api tergantung dari : tekanan gas, kedalaman dapur magma, luasnya sumber/dapur magma, dan sifat magma (cair/kental).
Menurut aktivitasnya, gunung api dapat dibagi menjadi 3 gologan, yaitu :
- Gunung Api Aktif, yaitu gunung api yang masih bekerja yang kawahnya selalu mengeluarkan asap, gempa, dan letusan. Misalnya gunung Stromboli.
- Gunung Api Mati, yaitu gunung api yang sejak tahun 1600 sudah tidak meletus lagi. Misalnya gunung patuha, gunung sumbing, dan sebagainya.
- Gunung Api Istirahat, yaitu gunung api yang sewaktu-waktu meletus dan kemudian istirahat kembali, misalnya gunung ciremai, gunung kelud, dan sebagainya.
Bagian2 dari gunung berapi terdiri atas :
- Kaldera, ialah kawah kepundan yang amat besar, luas, dan bertebing curam yang ada di puncak gunung berapi. Kaldera terjadi sewaktu gunung api meletus dengan hebat dan sebagian dari puncak gunung api itu terbang/gugur ke dalam pipa kawah.
- Saluran Diaterma (Saluran Kepundan), yaitu lubang besar yang berbentuk pipa panjang dari puncak ke sumber magma tempat mengalirnya magma keluar permuakaan bumi.
- Dapur Magma, yaitu tempat/pusat/sumber dari kumpulan magma yang merupakan panas dari kerak bumi berada.
- Sill, adalah magma yang masuk diantara dua lapisan bahan sedimen dan membeku (intrusi datar).
- Lakolit, adalah magma yang masuk diantara batuan sedimen dan menekan ke atas sampai bagian atas cembung dan bagian bawah datar.
- Batolit, adalah magma yang menembus lapisan batu2an dan membeku di tengah jalan.
- Gang, yaitu batuan dari intrusi magma yang memotong lapisan batuan yang berbentuk pipih atau lempeng.
- Apofisa, yaitu cabang dari erupsi korok (gang).
Bahan2 yang dikeluarkan oleh gunung berapi, antara lain :
- Efflata (Benda Padat).
2. Bahan Cair.
Terdiri atas :
a) Lava, yaitu magma yang telah sampai di luar.
b) Lahar Panas, berupa lumpur panas mengalir yang terjadi dari magma yang bercampur air.
c) Lahar Dingin, yaitu lumpur magma yang telah mendingin.
3. Ekshalasi (Bahan Gas).
Terdir atas :
a) Solfatar, yaitu gas belerang (H2S) yang keluar dari dalam lubang.
b) Fumarol, yaitu uap air.
c) Mofet, yaitu gas asam arang (CO2).
Gunung merapi yang sedang meletus sangat berbahaya karena mengeluarkan :
a) Banjir lahar.
b) Banjir lava
c) Gelombang pasang.
d) Awan emulsi.
Manfaat2 gunung api, antara lain :
- Menyuburkan tanah.
- Dapat mendatangkan hujan.
- Memperluas daerah pertanian karena semburan dan vulkanik
- Memperbanyak jenis tanaman budi daya.
- Menyebabkan letak mineral (barang tambang) dekat dengan permukaan tanah.
- Menjadi tempat pariwisata dan sanatorium, karena udaranya yang sejuk.
- Dapat dimanfaatkan sebagai pusat pembangkit tenaga listrik (geothermal).
- Makdani, adalah mata air mineral yang biasanya panas. Mata air ini biasanya dapat dimanfaatkan untuk pengobatan, khususnya penyakit kulit.
- Geyser, adalah mata air yang memancarkan air panas secara periodik. Ada yang memancar setiap jam, satu hari, sampai satu minggu. Tinggi pancarannya dapat mencapai 10 – 100 meter.
- Erupsi Effusif, yaitu erupsi yang terjadi dengan sangat lemah, tidak menimbulkan ledakan2.
- Erupsi Eksplosif, yaitu erupsi yang erjadi dengan sangat kuat, disertai dengan ledakan2 dahsyat.
- Erupsi Campuran, kekuatan erupsi campuran tidak sekuat erupsi eksplosif, namun lebih kuat dari erupsi effusif.
STRUKTUR LAPISAN LITOSFER
- batuan beku = terbentuk langsung dari pembekuan magma contoh batu granit
berdasarkan letak pembekuannya
- batuan beku dalam (intrusif)/plutonik = batuan yang terjadi dari magma yang membeku jauh di bawah permukaan bumi. Ex batholit dan stock
- batuan beku korok (gang)/hipabisal = batuan yang membeku di dalam bumi dekat permukaan. Ex andesit porfiri
- batuan beku luar (ekstrusif)/vulkanik = batuan yang terbentuk dari magma yang membeku pada atau di atas permukaan bumi. Ex lava, pumis(batu apung), lapili(pasir gunung api), tuf(abu gunung api), dan obsidian
berdasarkan komposisi mineralogisnya
- batuan asam =kandungan ortoklas feldsparnya lebih dari dua pertiga dari jumlah feldspar total dan mengandung kuarsa yang banyak sehingga berwarna cerah. Ex granit, riolit
- batuan menengah =
- batuan sediment (hasil dari sedimentasi atau pengendapan) ada 2, klastik (hasil dari hancuran batuan yang lain yang sudah ada terlebih dahulu), non klastik (reaksi kimia tertentu) contoh batu pasir
- berdasarkan tempatnya
a. teristris di darat
b. lakustrin di danau
c. fluvial di sungai
d. marin di laut
e. glacial daerah es
- berdasarkan pengangkutnya
a. aquatis (air) konglomerat
b. aeris/Aeolis (angin) sanddune
c. gletser (es mencair) moraine
- cara pengendapan
a. klastis tanpa perubahan kimia
b. khemis kimiawi (gipsum)
c. organis terumbu karang
2. batuan metamorf (malihan) contoh batu marmer
- kontak/termal (dekat magma) kuarsit, pasir kuarsa, marmer, gamping
- dinamik (dislokasi) milonit
- regional/dynamo termal (suhu dan tekanan) gneiss dari granit
URUTAN BATUAN
1. talk 6. ortoklas
2. gypsum 7. kuarsa
3. kalsit 8. topaz
4. fluorit 9. korondum
5. apatit 10. intan
LAPISAN BUMI
- kerak bumi/litosfer (20-50km dari permukaan kerak benua,10-20km dari lantai dasar samudra, batuan beku,sediment, metamorf) 1. SI(sio2)AL(al2o3), 2. SIMA(mgo)
- mantel/astenosfer 1.nife
- inti bumi/barisfer
- inti luar (2900-5100km, besi,sedikit silikat,belerang dan oksigen)
- inti dalam (5100-6371,besi,nikel)
- mantel atas (400km, eklogit,peridotit, fe,mg,ca,na, silikat Al,sebaran gelombang gempa rendah)
- zona transisi (400-1000km, silikat besi padat, mg,ca,Al, oksida besi dan silikat, kecepatan gelombang gempa yang tinggi)
- mantel bawah (1000-2900km, oksida besi padat, mg, sio2, kenaikan kecepatan rambat gelombang gempa selaras dengan bertambahnya kedalaman)
TEKTONISME
Tenaga yang berasal dari dalam bumi
1. gerak epirogenesa dadalah gerakan tenaga endogen yang sangat lambat dan meliputi areal yang sangat luas.
- Epirogenesa piositif permukaan bumi turun seolah olah permukaan air laut naik (kep. Maluku dan banda)
- Epirogenesa negative permukaan bumi naik seolah olah permukaan air laut turun (pulau buton dan timor)
2. gerak orogenesa tenaga endogen yang relative cepat dan meliputi wilayah yang sempit (peg. Gunung barisan (sumatra), peg. Seribu (jawa), peg verbeek (sulawesi))- lipatan/fold antiklinal dan sinklinal
- 1. retakan/joint
- 2. pelengkungan/warping
- patahan/sesar/fault
- gawir
- triagle facet
- sesar
- lembah
- fault
- rift
- horst (bagian yang naik)
- graben/slenk/terban (bagian yang turun)
- basin (cekungan struktural)
GEMPA
Berdasarkan penyebabnya:
- tektonik = dari dalam bumi yang menggerakkan lempeng tektonik
- vulkanik = aktivitas gunung api
- runtuhan = gempa local, akibat runtuhan
berdasarkan kedalaman
- dangkal = < 100kmdari permukaan bumi,kerusakan besar
- menengah = 100-300km di bawah permukaan bumi
- dalam = >300km dibawah permukaan bumi, tidak membahayakan
- hiposentrum = sumber gempa bumi yang terletak di dalam bumi
- episentrum = sumber gempa yang terletak di permukaan bumi
- episentral = jarak antara titik episentrum dengan stasiun pencatat gempa
- slenk/graben/terban = lembah hasil turunnya salah satu blok batuan yang tersesarkan
- horst = bagian blok yang menyembul ke atas
VULKANISME
Semua gejala di dalam bumi sebagai akibat adanya aktivitas magma
- Magma adalah batuan cair pijar bertemperatur tinggi yang terdapat di dalam kulit bumi, terjadi dari berbagai mineral dan gas yang terlarut di dalamnya
BENTUK GUNUNG API
1. Strato kerucut, piroklastik, eksplosif, lava efusif (leleran) kemiringan 600
2. Perisai efusif/leleran cair contoh gunung hawai
3. Maar seperti danau kecil, eksplosif, tidak kuat contoh gunung lamongan
Berdasarkan letusan
1. Hawai lava cair encer, dapur dangkal, tekanan gas rendah (kalauea, maunaloa)
2. Vulkano magma kental, dapur dangkal dan dalam, tekanan gas sedang tinggi (semeru)
3. Stromboli letusan kecil secara terus menerus, lava cair, tekanan sedang, dapur dangkal
4. Perret merusak, ledakan dasyat, menjulang tinggi, gas tinggi
5. Merapi lava kental, tekanan gas rendah, magma dangkal
6. Vincent lava kental, gas sedang, magma dangkal
7. Pelee lava kental, gas tinggi, magma dalam
TENAGA EKSOGEN
1. PELAPUKAN
- pelapukan = proses penghancuran atau pengelupasan batuan sehingga berubah sifat fisis dan atau kimia batuan
- struktur batuan = segala sifat fisik (warna, kekerasan,belahan) dan kimiawi batuan (struktur dan komposisi unsure dan mineral pada batuan)
- jointing = struktur retak-reta
- pelapukan fisis/mekanis/disintegrasi = batuan akan mengalami perubahan fisik baik bentuk maupun ukurannya : temperature yang tinggi, pembekuan air didalam batuan
- pelapukan kimia (dekomposisi) = proses hancuran batuan karena perubahan mineralnya. Diakibatkan oleh air hujan
- hidrasi = proses terserapnya molekul-molekul air oleh suatu mineral sehingga terbentuk mineral baru
- hidrolis = proses pembentukan ion hidroksil yang kemudian berperan dalamreaksi kimia
- oksidasi = reaksi suatu zat (mineral) dengan oksigen disebut juga pengkaratan
- pelapukan organis = pelapukan yang disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup
- biomekanis = disebabkan oleh kegiatan organisme seperti merambatnya akar tanaman, injakan kaki binatang besar
- biokimia = disebabkan oleh asam humus yang terjadi dari bahan organic (tanaman) yang hancur karena bakteri dan terlarutkan oleh air
- eksfoliasi = pengelupasan batuan menjadi bentuk lempeng lengkung karena bagian luar batuan lapuk oleh hidrasi atau hidrolisi, kemudian rontok oleh tenaga mekanik
- membola/mengulit bawang (sferoidal weathering) = pelapukan yang disebabkan karena batuan retak-retak, kemudian retakan itu terisi air
2. EROSI
- erosi = proses pengikisan materi penyusun permukaan bumi (batuan dan tanah) dan dipindahkan dari suatu tempat ke tempat yang lain oleh suatu zat pengangkut alami yang bergerak di permukaan bumi.
- Erosi air
- erosi percik/splash erosion = percikan air hujan
- erosi lembaran/sheet erosion = air hujan menggenangi tanah yang relative datar
- erosi alur(rill erosion)/parit(gully erosion) = jika aliran air di permukaan terkonsentrasi, maka air tersebut akan mengikis tanah atau batuan sehingga membentuk alur-alur yang kecil
- Erosi air laut = diakibatkan oleh air laut yang membentuk cliff (morfologi bertebing curam akibat kikisan ombak)
- Erosi angin = terjadi oleh angin membentuk batu jamur
- Erosi gletser = tenaga gletser menghasilkan moraine
3. GERAK MASSA BATUAN (MASS WASTING) = perpindahan massa batuan yang disebabkan oleh gaya tarik bumi (grafitasi)
- pemindahan lambat (slow flowage)/rayapan (creep) = yang berjalan sangat lambat sehingga tidak dapat diamati oleh mata
- pemindahan cepat (rapid flowage) = dipengaruhi oleh kandungan air, gerakan massa tanah yang jenuh dengan iar (earth flow), sedangkan yang mengalir adalah massa lumpur (mud flow) dan lawina hasil rombakan disebut debris avalance
- tanah longsor (land slide) = gerakan longsornya massa batuan atau tanah menuruni lereng yang terjal. rock fall = runtuhnya massa batuan berbongkah dari atas secara vertical atau hamper vertical,- slumping = tanah longsor yang gerakannya terputus-putus pada jarak yang pendek
- tanah amblas (subsidence) = gerakan massa batuan atau tanah yang amblas kebawah secara vertical tanpa disertai gerakan mendatar
4. SEDIMENTASI = material batuan yang telah mengalami pelapukan dan tererosi oleh tenaga pengangkut (air,angin,gelombang laut, dan gletser) akan diangkut dan diendapkan di suatu tempat
- pengendapan fluvial = pengendapan oleh air sungai. Dapat dijumpai pada sungai meander, kali mati atau danau tapal kuda (oxbow lake), sungai menganyam (brainded), dan delta
- pengendapan marine = diendapkan oleh gelombang laut dan arus susur pantai
- pengendapan eolian = yang diakibatkan oleh angin

